Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

PELAKU USAHA WISATA TERIMA BANTUAN APD

 

Para pelaku usaha rumah makan, restoran serta karaoke, dan destinasi wisata, yang terdampak pandemi kovid 19, di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, mendapatkan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Pemerintah Daerah setempat. Ketika dunia internasional dalam sindrom kovid 19, para pelaku usaha inilah yang kali pertama, mendapatkan peringatan larangan untuk membuka usaha.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Mojokerto Jawa Timur, Amat Susilo disela-sela pemberian bantuan secara simbolis hari ini, dikantor Disparpora setempat, Rabu (16/9).

Kondisi para pelaku usaha yang ada kaitanya dengan dunia wisata di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, sejak pendemi kovid 19, banyak yang sekarat. Sehingga membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Agar, usaha mereka bisa bertahan dan bergeliat kembali.

Amat Susilo Kadisparpora

Dikatakan oleh Amat Susilo, para pelaku dunia usaha yang ada kaitanya dengan distinasi wisata menerima bantuan berupa alat pelindung diri ( APD ) berupa, sprayer elektrik, disinfektan, tempat cuci tangan pedal manual, hand sanitizer 500 ml,  sabun cair 500 ml, masker kain, face shield, thermo gun.

“ Setidaknya ada 93 lembaga pelaku usaha yang terdata di Disparpora, 30 buah hotel  villa, 43 lembaga pelaku destinasi wisata, 10 lembaga usaha rumah makan dan 10 lembaga lainnya,” kata Amat.

Lebih lanjut Amat Susilo mengatakan, untuk usaha wisata di Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, saat ini sudah diperkenankan membuka usahanya kembali, dengan menerapkan protokol kesehatan kovid 19, guna mencegah penyebaran virus corona lebih luas. (end)

POLRES MOJOKERTO PANEN TERSANGKA NARKOBA

Kapolres Mojokerto Jawa Timur, AKBP Deni Alexander dan Jajaran Pejabat Polres Setempat. Senin (7/9).

Seribu macam cara orang untuk mencari pekerjaan, tidak peduli pekerjaan itu haram.  Terbukti, sebanyak 31 orang, ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat Kepolisian Polres Mojokerto Jawa Timur, dalam dugaan kasus peredaran narkotika jenis Sabu, Pil Double L dan pil Ekstasi. Mereka itu terjaring dalam operasi “Tumpas Semeru Narkoba 2020, Polda Jatim”. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, sabu-sabu 44,69 gram, pil double L, 1278 butir dan pil ekstasi 10 butir.

Sebanyak 31 orang tersangka tersebut, dugaan sementara berperan sebagai bandar peredaran narkotika. Dan mereka disangka kan pasal 114 ayat 2 juncto 132 ayat 1, ancaman pidana 5 sampai 20 tahun penjara. Hal itu diungkapkan Kapolres Mojokerto Jawa Timur AKBP. Deni Alexander disela-sela confrensi pers di halaman Mapolres setempat.

Para pelaku yang dijadikan tersangka itu, mendapatkan narkotika dari wilayah, Surabaya – Malang dan diedarkan di Mojokerto. Peredaran narkoba di Jawa Timur cukup tinggi. Mojokerto tempat surganya narkoba ke lima di Jawa Timur. Seperti dikatakan oleh Kepala BNN Mojokerto AKBP Suharsi. Peredaran narkoba di musim pandemi covid 19, justru kian subur. Bak cendawan di musim penghujan. Disaat masyarakat dihimbau untuk tetap tinggal dirumah, justru kesempatan tersebut celah bagi para pebisnis narkoba sebagai peluang untuk mengeruk keuntungan besar.

Untuk dapat menekan angka peredaran narkoba menuju titik nol. Butuh kebulatan tekad dari masyarakat dan aparat pemerintah dan negara ini, serius menumpas gembong narkoba. Jangan kasih ruang gerak, persempit setiap lini, lapis pertahanan negara dari mafia atau cukong narkoba. Aparat Negara pemerintahan tidak saja dipersenjatai teknologi canggih. Namun, gaji serta keluarganya harus dilindungi dan kecukupan. Ngewangi njalukno gaji gede bosss, nang Presiden. Aku tetep ae, wartawan budiman. 

Peredaran narkoba tidak saja menyasar, pegawai swasta, ASN, artis, Polisi, TNI, Wartawan, tapi juga pelajar sekolah dari SD-SMA, Mahasiswa dan juga santri. Dan ini bukan rahasia lagi, tinggal kitanya, mampu tidak, melakukan perlawanan terhadap narkoba. Pengedar narkoba cukup halus untuk mempengaruhi pembelinya. Padahal, penjualnya sangar, bertato, manusia bebas. Tapi kok, bisa lancer jaya ya, narkoba beredar di samping kanan kiri kita tanpa ketahuan. 

Narkoba jenis sabu-sabu pada jaman perang dunia kedua, digunakan oleh tentara zionis sebagai doping. 3 hari tiga malam tidak makan, tidak tidur cukup kuat untuk bertempur. Selain itu pula, tidak merasa takut untuk bertempur. Seperti kamikaze, menabrakan pesawat tempur kedalam kapal perang lawan. 

Barang Bukti Narkoba

Tetapi, setelah tidak menggunakan barang-barang syetan itu. Kondisi fisik, stamina menjadi rapuh. Ginjal hancur, paru-paru jebol. Jantung tidak mau memompa dan akhirnya meninggal dunia secara mengerikan.   

Para oknum artis yang kedapatan menggunakan narkoba ketika tertangkap. Jawabanya selalu mengatakan untuk doping diri, agar tetap eksis dan segar secara instan. Setelah itu kondisi badan hancur lebur, banyak yang meninggal dunia di usia muda. 

Semoga para mafia atau cukong narkoba insyaf akan perbuatanya itu. Bahwa, bisnis yang ia jalankan merusak generasi bangsa. Untuk para cukong insyaf ya, biar kalo mati masuk surge.  Mulai muncul….Sebab di neraka sudah penuh orang kaya, ganteng, cantik. Sementara di surge masih sepi penduduk. Kebanyakan penghuninya orang sabar, orang miskin baik hati, orang kaya baik hati suka memberi. Kalo pelit jelas masuk neraka. Kayak tim sukses Pilkada, uangnya calon di embat sendiri dibawa lari. Calon nya nggak sukses, Timsesnya sukses. Kok niru makne, ga koyok ngene arek iki, mesti pinter…hehehe just kidding just for laugh. (MJ-1)  

RS. DR. SOETOMO SURABAYA SEBAGAI TES KESEHATAN BAPASLON BUPATI DAN WAKIL BUPATI MOJOKERTO 2020

Rahmad Arief Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto.

Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) wilayah Jatim mengeluarkan rekomendasi untuk 3 rumah sakit tipe A, sebagai tempat pemeriksaan tes kesehatan bagi bakal pasangan calon kepala daerah dan wakilnya. Hal itu diungkapkan oleh Rahmad Arief Divisi Teknis KPU Kabupaten Mojokerto Jawa, disela - sela acara sosialisasi standar kesehatan  untuk bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dalam Pilkada 2020. Di Hotel Grand Whiz Trawas, Kamis 27 Agustus 2020. 

Ketiga rumah sakit tipe A di Jawa Timur yang direkomendasikan itu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Soetomo Surabaya, Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Ramelan Surabaya, dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Adapun pembagiannya yakni, 6 Kabupaten/ Kota di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, di antaranya Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Sidoarjo.

Enam Kabupaten/ Kota selanjutnya yaitu Kabupaten Sumenep, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ngawi, Kota Pasuruan, Kabupaten Ponorogo bertempat di RSAL Dr. Ramelan Surabaya. 

Sedangkan 7 Kabupaten/ Kota lainnya, Kabupaten Malang, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Kediri bertempat di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

“KPU Kabupaten Mojokerto sudah berkomunikasi dengan rumah sakit yang sudah direkomendasikan dan segera melakukan langkah selanjutnya, mengingat tahapan pemeriksaan kesehatan akan dilaksanakan pada 4 – 11 September 2020”, ungkap Ia.

“Ada banyak hal yang perlu disesuaikan dengan juknis pemeriksaan kesehatan. Dalam pelaksanaan Pilkada sebelumnya  tidak ada pandemi Covid-19, maka di pemilihan ini nanti akan ada penyesuaian. Penyesuaian tersebut juga akan berimplikasi terhadap tahapan selanjutnya dan biaya”, jelasnya.

Dalam sosialisasi standar kesehatan bagi bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut. KPU Kabupaten Mojokerto mendatangkan narasumber dari IDI, dr. Rasyid Salim, dari BNN Mojokerto AKBP. Suharsi dan dari Himpunan Psikologi Indonesia Ilham Nur Alfian, M. Psi.(end)

DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD