Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

7 ORANG MENJADI TSK DALAM KASUS OTT BUPATI NGANJUK

Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantas Korupsi ( KPK ) di Nganjuk Jawa Timur kali ini bekerjasama dengan Tim Dit Tipidkor Bareskrim Polri. Kedua lembaga tersebut, sama-sama mendapatkan laporan yang sama dari masyarakat. Terkait, adanya dugaan jual beli jabatan di Pemkab Nganjuk Jawa Timur. Hal itu diungkapkan oleh pimpinan KPK Lili Pintauli ketika press conference kepada media.  Operasi senyap yang dilakukan lembaga anti korupsi tersebut pada hari Minggu tanggal 09 Mei 2021 sekitar pukul 19.00, tim gabungan Dit Tipidkor Bareskrim Polri dan KPK telah mengamankan Bupati Nganjuk, NRH (NOVI RAHMAN HIDAYAT) dan beberapa Camat dijajaran Kabupaten Nganjuk dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji kepada Pegawai Negeri atau Panyelenggara Negara untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya terkait pengisian jabatan dilingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya Penyidik Dit Tripidkor Bareskrim Polri telah melanjutkan proses penyelidikan tersebut ke tahap penyidikan dengan persangkaan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ancaman hukuman pidana: Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b. Pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5(lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikitt Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) dan paling banyak Rp. 250.000.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pasal 11, Pidana penjara paling singkat 1(satu) tahun dan paling lama 5(lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta Rupiah) dan paling banyak Rp. 250.000.000,-(Dua Ratus Lima Puluh Juta Rupiah). Pasal 12 B, Pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4(empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh tahun) dan pidana denda paling sedikit Rp. 200.000.000- (dua ratus juta Rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (satu miliar Rupiah).

Dalam perkara tersebut telah ditetapkan tersangka sebagai berikut: NRH (NOVI RAHMAN HIDAYAT), Bupati Nganjuk, yang didudga sebagai penerima hadiah atau janji. DR (DUPRIONO) Camat Pace, yang diduga sebagai pemberi hadiah atau janji. ES (EDIE SRIJATO, S.E., M.M) Camat Tanjunganom dan sebagai PIt. Camat Sukomoro, yang diduga sebagai pemberi hadiah atau janji. HY (HARYANTO) Camat Berbek, yang diduga sebagai pemberi hadiah atau janji. BS (BAMBANG SUBAGIO) Camat Loceret. TBW (TRI BASUKI WIDODO) Mantan Camat Sukomoro. MIM (M. 1ZZA MUHTADIN) Ajudan Bupati Nganjuk yang diduga menjadi perantara penyerahan uang dari para Camat kepada Bupati Nganjuk.

Barang Bukti yang sudah diperoleh: Uang tunai sebesar Rp. 647.900.000,- (dari brankas pribadi Bupati Nganjuk). 8 (delapan) unit telepon genggam. 1 (satu) buah buku tabungan Bank Jatim a.n TRI BASUKI WIDODO

Modus Operandi: Para Camat memberikan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk, melalui ajudan Bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka, dan pengisian jabatan tingkat Kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk, selanjutnya ajudan Bupati Nganjuk menyerahkan uang tersebut kepada Bupati Nganjuk. Penyidikan akan dilanjutkan oleh penyidik Dit Tipikor Bareskrim Polri dengan dukungan dan kerjasama KPK. (*/MJ-1)

 



OTT KPK DAN BARESKRIM DI NGANJUK

Novi Rahman Hidayat Bupati Nganjuk Jawa Timur Diamankan KPK dan Bareskrim, Minggu 9 Mei 2021. 

Hari Raya umat islam Idul Fitri 442 H, kurang tiga hari lagi. Tim Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri (Dit Tipidkor Bareskrim Polri), Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Nganjuk Jawa Timur Novi Rahman Hidayat, Minggu 9 April 2021. Pantauan dilapangan, ada 3 lokasi yang di police line. Ruang Sub Bidang Mutasi pada kantor BKD.

Ditangkapnya Bupati Nganjuk Jawa Timur oleh KPK dibenarkan oleh juru bicara KPK, Ali Fikri kepada Detak Inspiratif melalui WA. " Informasi yg kami terima, benar ada kegiatan tangkap tangan di wilayah Jawa Timur.  Kegiatan tsb merupakan kerjasama antara KPK dengan Bareskrim Polri. Tim penyelidik akan segera menentukan sikap dalam waktu 1  X 24 jam terkait dugaan tindak pidana korupsi tersebut. Informasi perkembangan selanjutnya akan segera kami sampaikan," Ungkap Ali Fikri kepada Detak Inspiratif. Ali Fikri belum dapat menjelaskan terkait kasus Bupati Nganjuk Jawa Timur, Novi Rahman Hidayat itu. Begitu pula dengan barang bukti yang diamankan petugas.

Informasi dilapangan menyebutkan, operasi senyap KPK dan Bareskrim di Nganjuk Jawa Timur, terkait jual beli jabatan. Dikatakan, Ketua DPRD Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, pihaknya belum bisa memastikan kebenaran dugaan OTT tersebut karena belum ada pemberitahuan resmi. "Kami dapat informasi malam tadi, tapi belum tahu kepastian dari dugaan OTT tersebut," kata Tatit Heru Tjahjono, Senin (10/5/2021). Mengenai kasus yang menjerat Bupati Nganjuk, dikatakan Tatit Heru Tjahjono, diduga terkait pengisian perangkat desa di wilayah Kecamatan Pace. Namun pihaknya juga belum bisa memastikan di desa mana saja kasus diduga terjadi jual beli jabatan tersebut. " Apakah kasus jual beli pengisian perangkat desa, yang menjerat mas Bupati Nganjuk atau kasus lain, kami juga menunggu kejelasanya," ucap Tatit Heru Tjahjono. "Hanya itu yang bisa kami lakukan sementara menyikapi dugaan OTT Bupati Nganjuk oleh KPK," tutur Tatit Heru Tjahjono.
Pasca OTT KPK dan Bareskrim, tiga ruang BKD Pemkab Nganjuk, yang di police line dipindahkan keruang lain.  (MJ-1)

TIDAK DITEMUKAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG MERUGIKAN KONSUMEN

Tim Pemkot Mojokerto Pimpinan Walikota Ika Puspitasari Sidak Mamin Di Pasar Modern dan Tradisional. Kamis 5 Mei 2021.

Penyidikan mendadak (sidak) ke berbagai pasar modern, swalayan dan tradisional di Kota Mojokerto Jawa Timur oleh Walikota Ika Puspitasari dengan instansi terkait, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto bersama Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, 2021. Yang mereka sasar, makanan ringan untuk perjamuan. Walikota beserta tim, mengontrol kondisi kedaluwarsa serta rusak tidaknya makanan dan minuman yang dijual produsen kepada konsumen, Kamis (6 Mei 2021). Tim Walikota Ika Puspitasari bergerak

sidak pasar, pantau ketersediaan dan harga bahan makanan pokok. Sedangkan sidak mamin dilakukan dalam rangka pengawasan kemungkinan adanya mamin kadaluarsa, rusak kemasan, mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan, atau tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa. Sidak dilakukan di pasar tradisional dan pasar modern. Sidak dibagi 3 tim.  Tim pertama dipimpin oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, Tim Dua dipimpin Wakil Wali Kota Mojokerto Ahmad Rizal Zakaria, dan Tim Tiga dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Harlistyati.

Dikatakan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, tidak ada temuan signifikan dalam sidak yang ia pimpin. “Setelah dilakukan tes, bahan makanan curah dan bahan makanan yang diawetkan, hasilnya negatif, tidak mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan,” Kata ning Ita sapaan keseharian. Wali kota mengingatkan kepada pengelola swalayan terkait produk yang sudah mendekati kadaluarsa. “Kita mengingatkan produk yang masa kadaluarsanya kurang dari satu bulan agar segera ditarik dari etalase untuk tidak dijual,” ungkapnya. Selain itu, di swalayan yang berbeda, ditemukan adanya penempatan bahan makan halal dan non halal menjadi satu. “Saya sudah memperingatkan pemilik swalayan, agar memisahkan. Pasalnya, kuatir akan terjadi masalah dibelakang hari nanti," tutur ia.

Demikian pula, di pasar tradisional stok aman dan harga stabil. Ada beberapa komoditas yang harganya turun, ini menunjukkan bahwa stok aman,” jelas ia. Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto, drg. Citra Mayangsari M.Kes, di dampingi Kepala Seksi Kefarmasian, Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga, Dra. Kusmuliyati, Apt mengatakan, hasil sidak kali ini lebih baik jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Jika pada tahun-tahun sebelumnya banyak ditemukan produk makanan dan minuman yang tidak layak jual, pada tahun ini hanya sedikit ditemukan produk makanan tidak layak jual,” ungkap ia. Lebih lanjut Citra mengatakan, dari 21 sarana (tempat) berjualan, hanya dua sarana yang menjual mamin yang tidak layak jual. “Di satu sarana ditemukan, makanan ringan wafer ada yang kadaluarsa. Tiga botol minuman ukuran besar, tampak masa kadaluarsanya, "Paparnya. (wib)



DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch