Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

PRESTASI DI TENGAH PANDEMI

dr. Ikhfina Fatmawati Bupati Mojokerto, pimpin rapat.
Kabupaten Mojokerto Jawa Timur raih kembali  penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2021 kategori Madya. Raihan tersebut setelah diumumkan secara virtual oleh, I gusti Ayu Bintang, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia. Sementara tampak hadir di ruang Command Center Pemkab Mojokerto,  Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati didampingi Joedha Hadi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, Kamis 29 Juli 2021.

Menteri PPPA dalam arahan menyebut KLA sebagai suatu sistem yang dimaksimalkan untuk upaya pemenuhan hak-hak anak. Menteri PPPA juga memberi penekanan agar KLA tidak dilihat dengan kacamata perolehan penghargaan saja, melainkan lebih kepada suatu komitmen serius Pemerintah dalam memberi perlindungan nyata pada anak.

"Isu-isu anak yang kompleks, menjadi alasan kita untuk melindungi mereka. KLA dibentuk dengan harapan agar bisa menjadi sebuah sistem pembangunan berbasis anak. Pada awal tahun lalu, Presiden telah mengeluarkan Perpres No. 25 tahun 2021 tentang Kebijakan KLA sebagai dasar hukum KLA agar jadi lebih kuat. Kemarin sudah kita lakukan evaluasi dengan 24 indikator dan 5 peringkat penghargaan. Namun dari semua itu, penghargaan KLA bukan  tujuan akhir kita. Melainkan pemacu untuk lebih berkomitmen melindungi anak di daerah masing-masing," kata Menteri PPPA.

Drs. Joedha Hadi Soewigyo

Sebagai informasi, kategori Madya yang diraih Kabupaten Mojokerto tetap bertahan dari tahun 2019, mengingat KLA tidak digelar pada tahun 2020 lalu. Untuk diingat bersama, capaian KLA kategori Madya yang diraih Pemkab Mojokerto secara catatan telah menunjukkan perkembangan sangat mengesankan sejak diadopsi pada tahun 2015.Yakni dengan bukti mengirimkan dokumen evaluasi pengembangan KLA ke Kementrian PPPA, dalam 5 klaster dan 31 indikator perlindungan anak. Tahun 2017, adalah kali ke-tiga Pemkab Mojokerto mengirimkan dokumen pengembangan KLA, hingga akhirnya berhasil mendapat penghargaan KLA Pratama untuk pertama kali.Selanjutnya di tahun 2018 untuk ke-empat kalinya, Pemkab kembali mengirim dokumen, dengan capaian kategori Pratama ke dua kali. Hingga pada evaluasi ke lima di tahun 2019, Pemkab Mojokerto sukses menunjukkan lompatan mengesankan dengan memboyong kategori Madya.Penilaian KLA dilakukan oleh pakar anak, serta kementerian atau lembaga. Di antaranya Kemenko PMK, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden, dan KPAI. Tahapan penilaian melalui empat tahap, yaitu mandiri, administrasi, verifikasi lapangan, dan finalisasi.Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah berkomitmen untuk memenuhi hak dan perlindungan anak dalam mewujudkan Kabupaten Mojokerto sebagai Kabupaten Layak Anak.Penghargaan tak lepas dari peran serta OPD, Forum Anak, masyarakat serta anak-anak Kabupaten Mojokerto. Penghargaan ini harus dijadikan semangat untuk terus mewujudkan Kabupaten Mojokerto Layak Anak.Perlu diketahui pula, penghargaan KLA di daerah diberikan dengan 5 jenis kategori beserta raihan nilai. Antara lain Pratama (500-600), Madya (600-700), Nindya (700-800), Utama (800-900), dan capaian paling puncak adalah kategori KLA (900-1.000). (wib)





BUPATI KUKUHKAN FAM

dr. Ikhfina Fatmawati Bupati Mojokerto Jawa Timur, Kukuhkan Pengurus Forum Anak Majapahit (FAM), Di Pendopo Graha Maja Tama, Selasa 29 Juni 2021.
Pengurus Forum Anak Majapahit Kabupaten Mojokerto periode 2021-2023 di kukuhkan Bupati Mojokerto Jawa Timur dr. Ikhfina Fatmawati di pendopo Kabupaten Mojokerto Graha Maja Tama, yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto, Selasa (29/6). Dikatakan, Bupati Ikfina Fahmawati kegiatan ini untuk memberi kesempatan bagi anak, agar berani menyampaikan apa yang dirasakan, dipikirkan dan diharapkan.  Khususnya untuk pembangunan Kabupaten Mojokerto.
 "Ibu sangat yakin kalian semua adalah anak-anak yang sangat menjanjikan. Kalian calon pemimpin dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan kami. Banyak proses menuju itu. Ibu yakin kalian mampu. Forum ini akan mengajarkan kalian berpendapat, mengutarakan pandangan, dan cakap dalam menjaring aspirasi orang lain," harap Bupati. Selaku Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina Fahmawati tak lupa menekankan disiplin prokes yang saat ini sudah meningkat dari 5 M menjadi 6 M. "Setahun kemarin kita rugi luar biasa karena berbagai batasan akibat Covid-19. Pada gelombang dua ini, kita berpikir keras apakah itu harus kita lakukan lagi? Kita tidak mau ekonomi masyarakat makin terpuruk, walau kasus covid terus naik. Maka dari itu, semua harus berusaha menjaga diri. Prokes yang awalnya 3 M, lalu jadi 5 M, kini menjadi 6 M yakni menghindari makan di tempat umum apalagi dengan orang tidak dikenal. Sambil menunggu vaksinasi terus jalan, kita patuh semua prokes demi kebaikan bersama," pesan bupati. 

Joedha Hadi Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto menyebutkan, pengukuhan Forum Anak Majapahit Kabupaten Mojokerto, untuk mengembangkan ruang partisipasi anak dalam membentuk jiwa nasionalisme, patriotisme dan mempertahankan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Selain itu, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas anak di bidang partisipasi anak, memberi pengalaman mengikuti pertemuan forum anak, memfasilitasi forum anak Kabupaten, Kecamatan, Desa, Kelurahan untuk bertemu dalam satu forum, memformulasikan pokok-pokok pikiran anak sebagai bahan masukan, juga untuk memfasilitasi tim pendamping dari DP2KBP2, Bappeda, Kecamatan, Desa, Kelurahan untuk menyusun tindak lanjut pengembangan forum anak secara berjenjang. Para peserta hari ini juga akan mendapatkan pembekalan oleh para narasumber dari Bappeda dan Hellen Elais, selaku Fasilitator Forum Anak Nasional. "Tujuan pengukuhan telah sesuai dengan program kerja DP2KBP2 2021, dan Keputusan Bupati Mojokerto Nomor 188.45/215/HK/416-012/2021. Jumlah peserta kegiatan pengukuhan Forum Anak Majapahit kali ini adalah 77 orang terdiri dari 18 orang camat, 18 orang koordinator PKB, 32 orang pengurus forum anak dan 9 orang fasilitator forum anak," papar Joedha.(*/wib)











KELUARGA KEREN CEGAH STUNTING

 Harganas 28 Di Hotel Vanda Gardenia Trawas
Rabu 23 Juni 2021

Memperingati Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021 dengan tema “Keluarga Keren Cegah Stunting”, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menyebut keluarga sebagai ‘pabrik’ lahirnya suatu SDM berkualitas. Peran keluarga menjadi semakin penting, karena Indonesia saat ini masih harus menghadapi permasalahan kasus stunting. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis, yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak, yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usia seharusnya. Stunting dapat menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh dan pertumbuhan fisik. Pesan ini disampaikan bupati pada acara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28 Kabupaten Mojokerto, yang diselenggarakan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2), Rabu (23/6) di Hotel Vanda Gardenia Trawas. “Keluarga adalah pabriknya SDM. Kita harus menjaga agar SDM kita ini selalu berkualitas. Agar bisa tercipta generasi berkualitas, kita harus berupaya mencegah stunting. Dimulai dari pernikahan dan merencanakan sebuah keluarga,” kata bupati. Bupati tak lupa mendorong KB jangka panjang yakni implan dan IUD, bagi pasangan yang sudah tidak ingin hamil atau berada di usia yang tidak memungkinkan untuk hamil. Masih dalam pandemi Covid-19, bupati sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto mengajak semua untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan 5 M. “Patuhi prokes 5 M, utamanya masker. Jangan sampai dilepas jika kondisi tidak memungkinkan. Misal di luar rumah dan berjumpa banyak orang. Jaga keluarga tercinta dari penularan Covid-19, karena keluarga adalah yang utama,” tambah bupati.

Joedha Hadi Kepala DP2KBP2 pada laporan kegiatan menjabarkan beberapa kegiatan, pada peringatan Hari Keluarga Nasional ke-28 tahun 2021. Antara lain sosialisasi calon pengantin di 10 desa locus stunting yang diikuti 30 orang peserta, dengan narasumber Kantor Urusan Agama, puskesmas, DP2KBP2 dan PLKB non PNS. Lalu ada giat pelatihan wira usaha / tata boga bagi perempuan kepala keluarga dan perempuan korban kekerasan, tanggal 14-15 juni 2021 di UPT Balai Latihan Kerja Jabon Mojokerto. Kegiatan dilakukan sebagai upaya untuk membangkitkan perekonomian perempuan di masa pandemi Covid-19, yang diikuti oleh 40 peserta (25 perempuan kepala keluarga dan 15 perempuan korban kekerasan). 

Selanjutnya ada giat pelayanan serentak sejuta akseptor tanggal 19 Juni 2021 di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari, yang diikuti 203 akseptor MOW, 3 akseptor MOP, 246 IUD, 401 implan, 5.560 suntik, 6.986 pil dan 281 kondom. Tim dokter yang melaksanakan baksos berjumlah 18 orang dari BKKBN Provinsi Jawa Timur, dipimpin dokter Yudi dari Lanup Iswahyudi Madiun. DP2KBP2 bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Mojokerto, turut menyelenggarakan lomba kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yang berhasil menjaring beberapa pemenang. Yakni juara pertama  BKP Mawar Desa Bicak Kecamatan Trowulan, juara dua BKB Anggrek 1 Desa Kwedenkembar Kecamatan Mojoanyar dan juara tiga BKB Sayang Bunda Desa Gempolkrep Kecamatan Gedeg. Aksi simpatik GenRe (Generasi Berencana) berupa promosi program GenRe ke masyarakat, juga melengkapi rangkaian kegiatan. Hingga acara puncak  yaitu sarasehan dengan tema “peran keluarga dalam pencegahan stunting di kabupaten mojoerto” tanggal 23 Juni 2021 dan dihadiri Bupati Mojokerto. Narasumber yang dihadirkan adalah dokter Anggono dari RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari. “Selain rangkaian kegiatan di atas, perlu kami laporkan juga bahwa pelaksanaan pendataan keluarga di Kabupaten Mojokerto telah selesai dilaksanakan dengan sukses, meski awalnya terkendala di server pusat. Sebanyak 334.525 keluarga telah kita data melalui kader-kader pendata yang ada di dusun/desa. Terima kasih kepada Ibu bupati yang berkenan menjadi yang pertama didata oleh kader Desa Tampungrejo Kecamatan Puri. Semoga hasil dari pendataan keluarga tersebut dapat menjadi acuan untuk evaluasi program Bangga Kencana ke depan,” papar Kepala DP2KBP2 itu. (*/wib)

DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch