Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

EKSEKUSI TANAH DI MODOPURO JANGGAL ? ENTAH LAH...APA YANG MERASUKI MEREKA

Ahli Waris Ibu Suma'i. Berjuang Demi Keadilan Dalam Sengketa Waris Keluarga. Modopuro, Kamis 24 Juni 2021. Eksekusi Rumah dan Pekarangan Oleh PN Mojokerto Jawa Timur. 

" Pengadilan di Indonesia banyak. Tapi, keadilan " ???.... Entah apa yang merasuki Mr. M ini, Bisa ada di mana-mana".

Sengketa hak waris atas rumah di Dusun Gedang Desa Modopuro RT 4 RW 5 Desa Modopuro Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, antara ibu Suma'i dengan Wuliyono, berujung di Pengadilan Negeri Mojokerto Jawa Timur. Sempat dilaksanakan persidangan perdata dari tahun 2016 sampai 2020. Hingga Mahkamah Agung di Jakarta. Dan akhirnya, Kamis 24 Juni 2021. Pengadilan Negeri Mojokerto Jawa Timur melakukan eksekusi. Putusan Mahkamah Agung (MA) itupun, dinilai janggal. Pasalnya, putusan yang memenangkan Wuliyono atas tanah bangunan seluas 902 meter persegi tersebut berdasarkan alat bukti Leter C. Padahal tanah tersebut sudat terbit sertifikat atas nama Ngadi sejak tahun 2004 lalu. Janggalnya putusan itu lantaran dalam Leter C tidak tercantum luas tanah, sehingga pemilik sertifikat mempertanyakan putusan MA tersebut. Selain itu, Suma' i yang merupakan ahli waris menduga, ada oknum Mr. M diperadilan. "Saat sidang, saksi yang dihadirkan oleh tergugat bukan orang yang mengetahui kronologi dan tidak ada hubungan dengan riwayat tanah itu. Ironi nya oleh hakim pernyataan saksi-saksi itu diterima," ungkap Suma'i, Kamis (24/6/2021).

Tak hanya itu menurut Suma'i, kejanggalan lainya, saat dipersidangan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang merupakan institusi penerbit sertifikat tidak hadir. Bahkan, oleh hakim, BPN tidak pernah dipanggil untuk menjadi saksi. "Ada dugaan ada oknum Mr. M yang memainkan permainan dalam sengketa ini. Kita mencari keadilan. Semua orang desa sudah tahu kalau itu bukan tanah mereka. Aparatur desa pun paham kronologinya, tapi mereka bungkam," tuturnya. Lebih lanjut Suma'i mengatakan, kasus sengketa ini sejak 2016 lalu. Berbagai upaya sudah dilakukan termasuk sampai tingkat banding hingga kasasi, namun pengadilan tetap memutuskan berpedoman pada Letter C yang menjadi alat bukti Wuliyono dkk.  Bahkan, di tingkat kasasi ternyata keputusan dikembalikan kepada Pengadilan Negeri Mojokerto alias kasasi ditolak. "Ini jelas keputusan awal di PN Mojokerto menjadi kunci kekeliruan atas putusan-putusan diatasnya. Termasuk putusan MA. Bagaimana bisa pemilik sah sertifikat tanah kalah di pengadilan terhadap pemilik bukti hanya berupa letter C. Kalau seperti itu berarti Letter C lebih kuat secara hukum dari pada sertifikat tanah," jelasnya. Ia pun berharap kepada Presiden RI, Joko Widodo agar memberi bantuan atas ketidakadilan yang dialaminya. "Padahal pak presiden pernah bilang sertifikat tanah itu bukti yang kuat. Tapi fakta dipersidangan ketika terjadi sengketa gugatan, bukti sertifikat kalah dengan bukti Letter C," urai ia.

Dikatakan Suma'i mewanti-wanti kepada semua pemilik sertifikat tanah, agar hati-hati. Banyak Mr. M yang memonopoli dan memainkan jual beli pasal tanah atau pertanahan. Faktanya, meski memiliki sertifikat masih bisa berpindah kepemilikan seperti yang dia alami. Sementara itu Panitera Muda Pengadilan Negeri Mojokerto, Syakur mengatakan jika tidak terima dengan keputusan eksekusi lahan masih bisa melakukan proses-proses hukum berikutnya. "Kalau merasa tidak terima silakan lakukan proses hukum selanjutnya," tuturnya singkat saat memimpin eksekusi lahan. Dari pantuan di lapangan, proses eksekusi yang dilakukan oleh PN Mojokerto mendapat pengawalan ketat kepolisian. Sempat ada adu argumen antara Sumia dan juru sita. ( MJ -2 )

PENEMUAN OROK DI KUTOREJO MOJOKERTO JATIM

Kepala Puskesmas Kutorejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, drg. Wilis Puspita Dewi Anggraeni menggendongorok yang dibuang orang terdekatnya. Selasa 22 Juni 2021.
Seorang ibu tega membuang orok sendiri kembali terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto Jawa Timur. Paling sering terjadi di wilayah hukum Polsek Kutorejo. Fenomena ini menggambarkan,  bagaimana perkawinan dini atau sex bebas melanda kaum milenial saat ini. 

Sesosok orok jenis perempuan usia belum genap 6 jam, dengan berat badan 2000 gram, panjang 46 cm, dan masih ada tali pusar nya, telah diketemukan oleh warga Dusun Ngrayung Desa Kepuh Pandak Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur sekitar pagi hari. Di belakang rumah Kepala Dusun Ngrayung. Selasa 22 Juni 2021.

Dikatakan oleh Kepala Puskesmas Kutorejo Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, drg. Wilis Puspita Dewi Anggraeni. Pihaknya, sebatas evakuasi orok tersebut. Untuk kronologis penemuan dirinya tidak tahu persis. " Saya hanya evakuasi orok saja, setelah mendapat kabar ada orok dibuang di wilayah kerjanya," tutur ia, kepada Detak Inspiratif via by phone.

Untuk saat ini, kondisi orok dirawat secara intensif di tabung inkubasi agar, suhu tubuh nya stabil. Hingga saat ini, aparat kepolisian masih dalam penyelidikan. Siapa pembuang orok itu.( Mj-1)


MELAHIRKAN DALAM TAKSI ONLINE, IBU DAN OROK SELAMAT

Salah Seorang Warga Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Bersalin di taksi online yang dikemudikan Subagyo warga GPM Meri Kota Mojokerto.
Hidup, mati, rejeki, jodoh, sakit, celaka bahkan, melahirkan pun, sudah diatur oleh Tuhan Yang Maha Esa. Seperti yang dialami Atik ini, warga Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Ia, tidak pernah akan menyangka, bakal melahirkan di mobil taksi online yang dikemudikan oleh Subagyo. Warga Perum Griya Permata Meri Blok D1 Kota Mojokerto Jawa Timur. Awalnya, Subagyo sang sopir taksi online mendapatkan order penumpang yang bernama Atik, di Kawasan Desa Gayaman Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Rabu, 16 Juni 2021 sekitar pukul 10.27 WIB. Untuk diantar ke rumah bersalin Kamar Medika jalan Empunala Kota Mojokerto Jawa Timur. Dalam pikiran Bagyo sapaan akrab Subagyo,sang sopir online yang ramah ini. Penumpang yang order taksinya, kemungkinan akan memeriksakan usia kandungannya saja. Tidak pernah terbersit dalam pikirannya, bakal melahirkan dalam taksinya. Tatkala, penumpang masuk ke dalam taksinya. Seraya berkata, pak tolong cepetan. Perut saya mules. Sepertinya akan melahirkan. Begitu kisah Bagyo kepada media Detak Inspiratif.
Subagyo Pengemudi Taksi Online

Seketika dalam hati Bagyo, kacau balau. Meski bukan suaminya, dia ikut cemas, nasib penumpang yang dalam kondisi akan melahirkan itu. Tanpa banyak cincong, Bagyo bagai seorang pembalap seperti di tipi-tipi itu. Tancap gas, sambil terus membunyikan klaksonya. Pertanda meminta jalur kepada pengendara kendaraan lainnya. Jarak tempuh dari Gayaman ke rumah sakit yang dituju berjarak 6,5 Km. Perjalanan baru setengahnya sekitar 3 Km. Si Jabang bayi atau orok ini, sudah tidak tahan ingin menghirup udara bebas alam nyata ini. Atik, penumpang yang di taksi mas Bagyo ini melahirkan seorang laki-laki yang gagah perkasa. Semoga gagah perkasa, seperti Gatot Kaca atau Arjuna. Demikian leluhur kita dahulu berharap, kelak anaknya menjadi seorang ksatria gagah perkasa, dalam kisah pewayangan yang menjadi panutan wong Jowo. "Jowo lakune, jowo pemikiran nya. Wong Jowo kuwi kudune Jawoto". Dalam filsafat Jawa. Manusia Jawa itu mudah bergaul, punya tepo sliro ( toleransi ), punya unggah ungguh toto kromo. Bukan srogal srogol. Hidupnya mendahulukan kepentingan orang lain daripada diri pribadi. Untuk itu manusia Jawa, bisa dikatakan Jawoto. Tindak tanduknya, ucapan, tindakan serta pemikiran nya harus selaras. Berpikir dahulu sebelum bertindak.

Kembali ke kisah mas Bagyo, sopir berhati mulia ini. Meski, sempat mobil dihentikan. Setelah mendengar tangisan orok dari penumpang yang dibawanya. Namun, sang ibu orok meminta kepada mas Bagyo melanjutkan perjalanan nya ke rumah bersalin. Agar, mendapat perawatan yang lebih baik lagi.Taksi di pacu kembali oleh mas Bagyo dengan kecepatan tinggi dengan selalu, membunyikan klakson sebagai tanda minta diberi kesempatan mendahului. Sesampai di rumah sakit yang dituju. Tanpa pikir panjang mas Bagyo langsung berlari ke dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk meminta tenaga medis segera menolong ibu yang baru melahirkan dan bayinya. Mengingat kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya petugas medis Rumah Sakit Kamar Medika memutuskan untuk memberikan pertolongan pertama berupa pemotongan tali pusar bayi dan lain sebagainya. Setelah tali pusar bayi terpotong dan kondisi ibu sudah dalam kondisi stabil, akhirnya petugas medis dibawa masuk ke dalam rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Selama menunggu proses tersebut dilakukan di dalam mobilnya, mas Bagyo terus berdoa dan sesekali memotret momen tersebut memakai handphonenya yang digunakan untuk menerima orderan. Setelah penumpangnya tersebut dibawa masuk ke dalam, suami penumpang tersebut yang ikut mendampingi lalu memberikan ongkos pengantaran. Di aplikasi tercantum untuk biayanya 30 ribu. Namun suami penumpang tersebut malah  memberikan uang sebesar 200 ribu. "Awalnya, saya sempat menolak dan memberikan kelebihan ongkos tersebut. Namun kata suami penumpang tersebut, ambil saja, pak. Anggap saja rejeki dan ucapan terima kasih kami karena sudah mengantarkan sampai di rumah sakit," kata Suami Atik ditirukan Bagyo. Setelah itu, mas Bagyo meninggalkan lokasi dan mencari tempat sepi untuk membersihkan mobilnya yang terkena air ketuban, darah dan bekas-bekas proses persalinan di dalam mobilnya. Mas Bagyo mengaku tidak masalah dengan kondisi mobilnya tersebut. Dia mengaku bersyukur bisa membantu dan menjalankan profesinya sebagai driver taksi online dengan baik. Subagyo yang sudah menjalankan profesinya sebagai driver taksi online sejak 2017 lalu ini. Semoga si jabang bayi, menjadi anak yang baik bagi kedua orang tuanya, agama serta bangsa dan negaranya. Subagyo memperkirakan usia ibu yang melahirkan putranya di taksinya tersebut 25 tahun. (bag)

DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch