Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

KECELAKAAN MAUT DI TOL MADIUN NGANJUK JAWA TIMUR


Kecelakaan maut yang terjadi di Tol Nganjuk - Madiun Jawa Timur, di KM 631/A, pada Kamis 3 Desember 2020 pukul 05.00 WIB. Dengan melibatkan kendaraan truck colt diesel Nopol D-8389-TM yang dikemudikan Muh. A. Yudi Purwanto warga Kecamatan Trowulan Mojokerto Jawa Timur dan Elf nopol DK-8725-GV yang dikemudikan oleh Mali warga Batu Ampar Pamekasan Madura.

Kronologi kejadian, kendaraan Elf DK 8725 GV melaju dari arah barat-timur (Jakarta-Pamekasan) dengan kecepatan sedang berada dilajur lambat. Setibanya di TKP KM 631/A, diduga sopir kendaraan Elf kurang konsentrasi  (mengantuk) dan tidak bisa menjaga laju dan jarak aman kendaraan sehingga menabrak kendaraan truck yg berada di depan nya. Yang mengakibatkan kendaraan truck terguling berbalik arah. Dan kendaraan Elf terus melaju menumbur beton pembatas sebelah kiri. Yang mengakibatkan kendaraan Elf terbakar, dan 3 orang penumpang masih berada di dalam kendaraan Elf, dengan posisi akhir kendaraan Elf, maupun truck berhenti di bahu jalan.

Korban kecelakaan dilarikan ke RSU Caruban Madiun Jawa Timur.  Berikut kondisi serta identitas korban yang terlibat dalam kecelakaan maut itu:

1. Kendaraan Truck colt diesel D-8489-TM

Pengemudi

Nama   : MUH A YUDI PURWANTO (LK 29th)

Alamat : Trowulan,mojokerto

Kondisi : LB ( Patah kaki kanan)

2. Kendaraan elf no.pol  DK-8725-GV

Pengemudi

Nama   : Mali 

Alamat : batuampar pamekasan

Kondisi : luka memar di wajah

Penumpang

Kondisi Sehat

1. Nama : Fitri

Alamat: Batuampar, Pamekasan

2. Nama : Sahuri

Alamat: Batuampar, Pamekasan

3. Nama: Kasiah

Alamat: Batuampar, Pamekasan

4. Nama : Dewi (anak - anak)

Alamat: Batuampar, Pamekasan

5. Nama : Fahri

Alamat: Batuampar, Pamekasan

6. Nama : Alvat Fathir (anak - anak)

Alamat : Batuampar, Pamekasan

7. Nama : Rokhman

Alamat : Batuampar, Pamekasan

8. Nama : Sani

Alamat: Batuampar, Pamekasan

9. Nama : Siyeh

Alamat: Batuampar, Pamekasan

Korban Luka Ringan

10. Nama : Munimah

Alamat: Batuampar, Pamekasan

11. Nama : Sahiri

Alamat: Batuampar, Pamekasan

Korban Meninggal Dunia

12. Nama : Jahiri

Alamat: Batuampar, Pamekasan

13. Nama : Sahir

Alamat: Batuampar, Pamekasan

14. Nama : Sutiah

Alamat: Batuampar, Pamekasan


ODGJ NGAMUK SATU TEWAS


Ketika si ODGJ, sebut saja dengan inisial KK usia sekitar 40 tahun dari Dusun Belahan Desa Brayung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, dalam kondisi hilang akal, jiwanya terganggu, komunikasi mampet. Maka, yang terjadi banjir darah. 

Jamilin usia 55 tahun meski tetangga sendiri, tidak dikenal lagi oleh KK si ODGJ itu. Dengan pisau ditangan kanan, bak seorang Rambo, film di televisi itu bro... Dimata si ODGJ Jamilin disangka nya monster yang akan merebut kesenangan nya. Sedikit  bicara banyak ngamuk nya. KK pun, cancut taliwondo. Jamilinnnn...Iki lho Sarip Tambak Oso. Sesumbar KK, jangankan dirimu berwujud satu orang, berwujud 10 orang aku pantang mundur. Maju..o, tak cokot kuping mu. Mulai... mulai muncul….

Jamilin dikejar pontang panting tanpa perlawanan. Dihajar kayak rojo koyo. Diseret koyok blarak, di idek-idek koyok gadung. Dengan banyak luka ditubuhnya, Jamilin pun tumbang di tangan si ODGJ KK itu. Para tetangga sudah berupaya menolong korban. Dengan melarikan ke rumah sakit terdekat. Tapi, Tuhan berkehendak lain. Jamilin menghembuskan nafas dan tidak kembali lagi. Ini meninggal karena penganiayaan loh, bukan karena covid19. Entar, dimakamkan secara covid19.

Peristiwa tersebut, terjadi Rabu 2 Desember 2020 sekitar pukul 07.30 WIB. Ternyata, si ODGJ KK ini, juga mengejar Suwari, masih tetangganya. Untungnya, ndilalah kersane Allah, Suwari lari langkah seribu tunggang-langgang. Akhirnya, selamat.

KK si ODGJ ini, mengalami gangguan kejiwaan sejak dari SMA. Penyebab nya, belum diketahui. Apa karena pingin kawin nggak dituruti, atau penyebab lainnya. Wis pikiren dewe rek..ngelu ndasku.

M. Naim saksi mata bilang, saat itu ada suara, minta tolong. Setelah ditelusuri asal suara itu, ternyata Jamilin, sudah terkapar didepan rumahnya dalam kondisi babak belur dengan luka bacok. Tanpa pamrih, Naim dan kawan-kawan melarikan korban kerumah sakit.

Komandan Achmad Zainuri. Nek gak konco plek, ga iso ngene. Oyi a, cak Shinta.

Dari video yang beredar di grup whatt upp's, relawan RBC TKP. Oknum ODGJ KK, dapat ditangkap dengan cara paksa. Tampak Komandan Jay, sopooooo…..jenenge asline, lali aku rek. Terlihat sibuk merayu si ODGJ KK, agar mau dibawa ke rumah sakit jiwa. (MJ-1)

KELOMPOK ALI KALORA DIDUGA DALANG TEROR DI KABUPATEN SIGI SULTENG

      ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar)

Kelompok Ali Kalora teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini, kembali menebar teror, empat orang warga sipil meninggal dunia di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.Para korban dieksekusi langsung oleh Ali Kalora. Polisi menyatakan tindakan tersebut bertujuan untuk menyebarkan teror di masyarakat.

"Mereka suka melakukan aksi secara acak. Namanya teroris, jadi melakukan tindakan teror untuk menakut-nakuti masyarakat," kata Kabid Humas Polda Sulteng, Komisaris Besar Didik Suparnoto saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11). Informasi yang dihimpun, aksi teror itu dilaporkan oleh Ulin, seorang saksi yang juga merupakan anak dari korban.

Kejadian terjadi sekitar pukul 09.00 WITA di kediaman korban di Dusun ST 2 Lewono. Kala itu, kelompok teroris sempat menyandera ayah dan ibu Ulin, Yasa dan Nei. Kemudian Ulin dan suaminya, Pino.

Ulin berhasil melarikan diri. Hanya saja, Ali Kalora cs telah mengeksekusi korban yang lain. Tercatat, empat korban meninggal. Oknum teroris juga membakar rumah diperkampungan itu. "Ada empat korban meninggal, atas nama Yasa kemudian Pinu, Naka dan Pedi," ucap dia.

Polisi masih mendalami kasus tersebut. Diduga kuat ada tiga orang buron dari kelompok MIT, terlibat dalam aksi pembunuhan itu. Para pelaku pun melarikan diri ke arah hutan usai melakukan aksinya. "Hingga saat ini, Tim Satgas Tinombala masih melakukan perburuan terhadap kelompok MIT tersebut," kata Didik. Ali Kalora menjadi pimpinan MIT setelah pimpinan sebelumnya, Santoso, tewas di tangan aparat.

Terakhir, Aparat TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Tinombala menembak mati dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yang pernah masuk Kota Palu, Sulawesi Tengah. Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan dua anggota MIT itu, ditembak di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

"Kedua DPO inisial W alias A alias B dan AA alias A, pada saat dilakukan penangkapan mereka melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas, terukur, yang menyebabkan kedua anggota MIT meninggal dunia," kata Abdul mengutip Antara, Selasa (17/11). Masih ada 11 orang anggota MIT yang diburu oleh aparat keamanan. Polisi pun mengimbau agar mereka segera menyerahkan diri.(*)





DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD