Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

MAHASISWA BANDAR NARKOBA

Para TSK Narkoba, Di pajang Di Polres Mojokerto Kota. Aula Wira Pratama




Anton Eko Kuncoro warga Desa Tinggar Butut, Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jawa Timur, Bandar narkoba jenis sabu-sabu. Tertangkap di Lingkungan Balongrawe Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari kota Mojokerto. Dia tertangkap dengan barang bukti seberat 219,04 gram setara dengan Rp. 328.500.000,-

Dari 8 kasus petugas Crime Hunter Satnarkoba Polres Mojokerto Kota menangkap 12 orang dengan modus operandi satu Bandar, Sembilan pengecer dan dua orang pengguna. Barang bukti yang dista petugas Satnarkoba Polres Mojokerto Kota, 231, 88 gram sabu, 4 unit timbangan elektrik, 2 unit seperangkat alat hisap dan 11 unit HP.

Tempat kejadian perkara ( TKP ) penangkapan dikawasan lingkungan Trenggilis, Blooto, Kuwung, Meri, Wates 1, Wates II, Wates III Kecamatan Magersari. Ada juga di gang Flamboyan Perum Wates Kecamatan Magersari. Selain itu TKP selanjutnya di kawasan Dusun Tanjungan Desa Canggu Kecamatan Jetis. Ada pula di jalan Terusan Gedeg Mojokerto,

Sedang TKP diwilayah Kelurahan Kedundung Kecamatan Magersari Mojokerto di Lingkungan Balongrawe dan Lingkungan Balongrawe Baru.

Ungkap kasus yang dirilis Polres Mojokerto Kota ini selama kurun waktu  satu bulan, 12 orang.
(Kiri) Kasubag Humas AKP. Sukatmanto, AKBP. Sigit Dany Kapolres,
AKP. Hendro Suisanto Kasatnarkoba
IPTU. Hadi kanit Satnarkoba


Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Prasetyo mengatakan, 12 orang itu ditangkap dari 8 kasus penyalahgunaan narkoba.

"Dari 8 kasus ada 4 kasus menonjol yang menjadi target operasi. Perlu kita catat bersama, beberapa TKP terjadi berulang-ulang khususnya di daerah Magersari, di wilayah Balongrawe, Kedundung dan itu menjadi atensi dari kepolisian, BNNK dan aparatur daerah," ungkap Sigit, Selasa (8/7/2019).

Salah satu dari 12 orang tersangka, Anton Eko Kuncoro (27), warga Dusun Tinggar, Desa Tinggarbutut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, tercatat menjadi salah satu bagian dari jaringan bandar nasional.

"Anton merupakan residivis memiliki barang bukti seberat 219,4 gram. Ia merupakan jaringan nasional yang sudah diungkap di Pekanbaru dan saat itu ada rencana pengiriman sabu seberat 4 kilogram ke Kota Mojokerto, tapi berhasil ditangkap, tetapi BB 4 kilogram itu disita di Pekanbaru," papar Sigit.

Mantan Kapolres Situbondo ini menambahkan, tersangka Anton juga pernah mengambil sabu seberat 1 kilogram dan sudah diedarkan habis di Mojokerto.

Saat diinterogasi, Anton mengaku barang itu diambil di Terminal Mojokerto. Setiap mengedarkan, Anton mendapat upah Rp 1 juta.

"Saya hanya mengambil dan biasanya diambil di Juanda. Garam (sabu) itu saya tidak tahu, pesannya seberat 1,5 kilogram," akunya. ( MJ1)

HARGANAS KELUARGA SEHAT TANPA BATAS

Pelepasan Peserta Konvoi Mobil Unit Penerangan


Konvoi 38 Mobil Unit Penerangan (Mupen) KB Kabupaten/Kota Mojokerto dan 2 dari KB Provinsi Jawa Timur, turut memeriahkan suasana peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-26 tahun 2019, yang dikemas khusus dalam acara bertajuk Mupen On The Road Jelajah Bumi Majapahit 2019.

Rombongan konvoi diberangkatkan langsung oleh Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi didampingi Inspektur Utama BKKBN Pusat Agus Sukiswo, Kepala Perwakilan BKKBN Prov. Jawa Timur Yan Rizal Makmur, Sekdakab Herry Suwito, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto Joedha Hadi, Minggu (30/6) pagi di Pendopo Graha Maja Tama sebagai titik start.

Rute konvoi dilanjutkan ke arah Kenanten-By Pass (Tugu UKS)-Jl. Raya By Pass-Trowulan-Jl. Raya Pendopo Agung-Candi Tikus-Jatirejo-Gondang-Pandan-Sumberglagah-Taman Ghanjaran Trawas (untuk ishoma), dan finish di GOR Gajahmada Mojosari dengan diterima kembali Kepala DP2KBP2 Joedha Hadi disana. Total rute yang ditempuh berkisar 60 km.

Selain memeriahkan Harganas, konvoi mupen KB dimaksudkan sebagai upaya penggerakan dan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Dalam peringatan Harganas yang tahun ini mengangkat tema “Hari Keluarga, Hari Kita Semua” dengan slogan “Cinta Keluarga, Cinta Terencana”, wabup Pungkasiadi menyoroti perubahan pola komunikasi dan interaksi anggota keluarga, di tengah pesatnya dunia teknologi informasi khususnya media sosial. Ditambah kesibukan orang tua yang sama-sama bekerja. Hal ini dinilai bisa melemahkan ketahanan sebuah keluarga.

Maka dari itu, wabup menyerukan ajakan penguatan ketahanan keluarga dengan 4 konsep. Yakni keluarga berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya, serta keluarga peduli dan berbagi.

“Keluarga adalah wahana pertama dan utama. Dari sini karakter anak terbentuk. Keluarga harus diutamakan,” pesan wabup dalam sambutan.

Rangkaian kegiatan Harganas ke-26 tahun 2019, berlanjut pada sore hari di peringgitan rumah dinas bupati Mojokerto. Tepatnya diskusi dan talkshow program-program strategis BKKBN terkait ketahanan keluarga, bersama Inspektur Utama BKKBN Pusat Agus Sukiswo, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Elestianto Dardak, Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi, Wakil Ketua TP PKK Kab. Mojokerto Yayuk Ismawati Pungkasiadi, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Yenrizal Makmur. 

Harganas ke-26 tahun 2019 memang dipertajamkan dengan momentum pemberdayaan dan keikutsertaan keluarga, dengan mengangkat 4 konsep utama membangun keluarga bahagia sejahtera. Yakni Keluarga Berkumpul, Keluarga Berinteraksi, Keluarga Berdaya, serta Keluarga Peduli dan Berbagi.

Salah satu upaya yang sedang digagas BKKBN saat ini yakni Gerakan “Kembali ke Meja Makan” dan gerakan “Tidak Melihat Media Sosial dan TV Pada Jam 18.00 – 21.00 atau Gerakan 1821”. Gerakan-gerakan ini, diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga Indonesia.

Waktu berkumpul dan berkomunkasi dengan keluarga memamng menjadi hal berharga saat ini. Telebih hidup di era laju Industri 4.0 yang membawa dampaknya tersendiri. Di dalam industri 4.0, ada perkembangan teknologi internet yang luar biasa khususnya media sosial yang membuat interaksi sesama anggota keluarga berkurang. Serta dapat merubah pola asuh orang tua kepada anaknya.

Tim Penggerak PKK tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota juga turut mendukung program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).

Melalui KKBPK, target pemerintah yang dilaksanakan di Kampung KB terintegrasi dengan program TP PKK, bisa dimaksimalkan. Antara lain optimalisasi pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak sejak di kandungan sampai 1000 hari pertama kehidupan, perencanaan kehamilan yang baik sejak pra nikah dan selama mengandung, menurunkan angka fertilitas dan angka kematian ibu (AKI) melalui pelayanan KB yang bermutu, mengembangkan kualitas keluarga dengan memaksimalkan pelayanan sejuta Taman Posyandu (Posyandu, Paud dan BKB), serta melalui kelompok-kelompok kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita), BKR, (Bina Keluarga Remaja), dan BKL (Bina Keluarga Lansia), PIK R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) Generasi Berencana, dan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera).


Kesejahteraan keluarga juga lebih mudah dicapai, dengan berpegang teguh pada prinsip “2 Anak Cukup”. Hal ini bisa diwujudkan melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera  dengan cara mengatur jarak kelahiran dan jumlah anak, serta melaksanakan 8 Fungsi Keluarga (Fungsi Agama, Fungsi Sosial Budaya, Fungsi Cinta dan Kasih Sayang, Fungsi Perlindungan, Fungsi Reproduksi, Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan, Fungsi Ekonomi, Fungsi Lingkungan) secara baik.

Wabup Pungkasiadi dalam talkshow ini sekali lagi menyoroti pentingnya keharmonisan keluarga dengan 4 konsep di atas.

“Waktu sangat berharga untuk keluarga. Paling tidak bisa makan bareng satu meja bersama keluarga. Ini salah satu programnya BKKBN juga. Kami di Pemkab Mojokerto juga bersinergi, dengan membuat  Kampung KB, Forum Anak Majapahit, dan program strategis lainnya,” kata wabup.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Yayuk Ismawati Pungkasiadi.

“Di keluarga kami selalu disempatkan family time. Kalau tidak bisa weekend, ya bisa malam Senin. Tidak ada asyik sendiri di kamar. Semuanya kumpul bersama. Saya juga bagi tugas dengan Bapak di rumah. Paling penting tidak lepas komunikasi dengan anak-anak,” kata Yayuk.

Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Elestianto Dardak, menyampaikan peran orang tua sebagai center of attention. Untuk mendidik anak, kedua orang tua harus membagi tugas dengan imbang.

“Bagi saya keluarga adalah investasi. Baik Ayah atau Ibu, harus membagi tugas mendidik anak dengan imbang dan adil. Apapun yang dilakukan orang tua, akan dicontoh oleh anak. Sebab orang tua adalah center of attention dalam keluarga. Jadi harus bijaksana,” kata Arumi. (*/wib)


IMAM BESAR MASJIDIL HARAM DO'A KAN ANIES BAWESDAN MENJADI PEMIMPIN AMANAH

Imam Besar Masjidil Haram Syaikh Abdurrahman as Sudais Bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan




Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan mendapatkan kehormatan bersilaturahmi dengan Imam Besar Masjidil Haram Syaikh as Sudais akrab disapa demikian atau lengkapnya Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan yang sederhana tersebut tanpa embel-embel politik praktis tentunya. Dilihat dari acaranya kemungkinan hubungan primordial sesama muslim. Dimana Imam Besar Masjidil Haram tersebut berpesan agar pak Anies sebagai pimpinan atau Gubernur dituntut untuk amanah dan mengayomi warganya. Pastinya, dengan iman islam sebagai pelindung rakyat.

Syaikh Abdurahman as Sudais memberikan kenang-kenangan cindera mata berupa Mushaf Al-Qur’an. Beliaunya juga berpesan dalam tulisan kepada orang nomor satu di DKI Jakarta itu, agar menjadi pemimpin yang baik dan adil bijaksana.


Berikut terjemahan surat yg ditulis di Mushaf itu, hadiah, tanda cinta, sayang, terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya serta untaian doa yang tidak terputus-putus untuk Saudaraku DR. Anies Baswedan (Semoga Allah selalu menjaga beliau)

Ucapan selamat teruntuk beliau atas apa yang Alloh Subhaanahu Wa Ta'alla anugerahkan berupa menjadikan beliau Gubernur Jakarta.

Saya berwasiat kepada beliau agar senantiasa bertakwa (takut) kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'alla dan berpegang teguh kepada Al-Qur'an Yang Agung ini dalam setiap hal.

Saya memohon kepada Allah Subhaanahu Wa Ta'ala untuk beliau semoga senantiasa diberikan taufik dan bimbingan dengan doa yang tulus dari Negeri Haramain yang Mulia dan untuk Bangsa Indonesia Tercinta.

Yang mencintaimu karena Allah Taala.

TTD

Dr. Abdul Rahman bin Abdul Aziz Al-Sudais.

Demikian, kemungkinan besar pesan tertulis Imam Besar Masjidil Haram tersebut kepada mantan menteri Pendidikan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. ( * )





DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD