Memuat

View AllPeristiwa

View AllKriminal

UPDATE

TOSERBA WARNA WARNI DIBAKAR DEMI KLAIM ASURANSI

Kanan ( Kasatreskrim AKP. Suhariyono, Kapolres Mojokerto Kota AKBP.
Sigit Dany )
Kiri ( Wakapolres Kompol Hadi Suprayitno, Plh. Kasubaghumas
Iptu. Sukatmanto )
 

KEMAMPUAN, Tim Satreskrim Polres Mojokerto Kota Jawa Timur dalam mengungkap kasus terbakarnya Toserba Warna Warni di Jalan Majapahit Kota Mojokerto Rabu, Kamis 14 Juni 2018, patut di apresiasi.

Dalam waktu dua jam, Tim Satreskrim yang dipimpin oleh AKP. Suhariyono mampu membekuk empat orang pelaku, yang diduga terlibat dalam pembakaran toserba yang menjual pakaian dan kain itu.

Keempat orang pelaku tersebut saat ini ditahan, ditahanan Mapolres Mojokerto Kota Jawa Timur. Mereka itu, David Gunawan, 49, warga Komplek ISEN NO. 22 Darmo Harapan Kota Surabaya. Pemilik Toserba Warna Warni Kota Mojokerto yang berada di Jalan Majapahit.

Tersangka kedua Santoso, 39, warga  Jalan Raya Pasar Minggu Gang Buni RT. 01 RW. 01, NO. 80 Lenteng Agung Jagakarsa Jakarta Selatan. Tsk. Santoso berperan sebagai orang suruhan David Gunawan untuk mencari tenaga professional untuk membakar toserba warna-warni. Dengan tujuan agar bisa mengklaimkan asuransi usaha dagang. Tsk. Santoso menerima imbalan sebesar Rp. 75 Juta dari David Gunawan.

Tersangka ketiga, Djupri,46, warga Kampung Rawa Bebek RT.05RW. 08 Kelurahan Kota Baru Bekasi Kota. Tsk Djupri ini, professional dibidang instalatir listrik.Dia punya peran merangkai komponen listrik dari obat nyamuk, sumbu petasan, dan bensin. Dia menerima imbalan sebesar Rp. 12 Juta dari Santoso.
Kronologi Pembakaran Toserba Warna-Warni

 Dan, tsk keempat Eko Purnomo,39,warga Kampung Kebalen RT.02 RW. 03 Kelurahan Kebalen Kecamatan Kebalen Kabupaten Bekasi. Tsk ini berperan sama dengan Tsk. Djupri. Namun soal imbalan, dia lebih kecil Rp. 1.500.000,-

Aparat Kepolisian Polres Mojokerto Kota menyita barang buktidari tsk. Santoso berupa uang sebesar Rp. 1.900.000,-. Sisa imbalan dari David Gunawan, untuk eksekusi pembakaran.

Selain itu, dari tangan Tsk. Djupri petugas menyita uang sebesar Rp. 6. 469.000,- juga sebagai eksekutor.

Dikatakan oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP. Sigit Dony P. disela-sela press rilis. keempat orang tersangka tersebut, diancam pidana 12 tahun pidana penjara. Dengan ancaman pasal 187 ke – 1e dan atau pasal 188 KUHP Jo Pasal 55 ayat ( 1 ) ke-1e KUHP.

Dalam mengungkap kasus terbakarnya toserba warna-warni aparat Kepolisian dibantu oleh saksi  Supiyardi,60, yang kesehariannya sebagai sopir di toserba tersebut.
 
Tersangka Pembakar Toserba Warna Warni
Dari keterangan Supiyardi tersebut, dapat terungkap bahwasanya, keempat orang tsk tersebut, sebelumnya belum pernah ke toserba tersebut. Serta gerak-geriknya mencurigkan.

Tersangka pertama yang dapat ditangkap yakni Santoso di stasiun kereta api Mojokerto. Ketika hendak pulang ke Jakarta.

Selanjutnya, Tim Crime Hunter Satreskrim Polres Mojokerto Kota mengejarTsk. Djupri dan Eko Purnomo di sekitar Jawa Tengah. Sehingga Tim Crime Hunter Polres Mojokerto Kota harus bekerjasama dengan pihak Polda Jawa Tengah untuk menangkap tsk tersebut. ( MJ-01 )











TOKO WARNA WARNI DI KOTA MOJOKERTO DILALAP SI JAGO MERAH

Api Membakar Toko Warna - Warni Jalan Majapahit Kota Mojokerto Jatim, Rabu 13 / 6  pukul 11.00 WIB
Dan Api Baru Padam Sekitar Pukul 16.00 WIB



WARNA – WARNI,  toko pakaian dan kain tertua di Kota Mojokerto Jawa Timur. Berakhir dengan tragis, ludes terbakar, Rabu 13/6/2018.

Peristiwa tersebut menjadikan pertokoan pecinan di jalan Majapahit Kota Mojokerto tutup semua dan kuatir akan terkena dampaknya.

Kemarin penutupan bulan ramadhan dan malamnya umat muslim menggelar ritual malam takbir. Mengagungkan kebesaran asma Alloh SWT.

Disaat seperti itu, pertokoan pecinan di jalan Majapahit biasanya diserbu oleh masyarakat muslim untuk belanja baju atau perabot rumah tangga untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.


Dengan peristiwa yang tidak disangka itu, ekonomi dijalan Majapahit sepintas tampak lumpuh. Warga masyarakat berbondong-bondong datang di jalan Majapahit hanya untuk melihat kebakaran.

Kebakaran hebat di toko warna-warni itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, berdasarkan keterangan warga sekitar.

“Awalnya api hanya terlihat membumbung kecil dilantai 3 toko warna-warni itu. Toko warna-warni sudah tutup sepuluh hari yang lalu. Dan tidak terlihat ada aktifitas jual beli,”kata Tarjo warga sekitar yang tidak bisa berbuat banyak mengetahui ada api di toko warna-warni itu.

“ Saya hanya bisa berteriak,ada api ditoko warna-warni kepada para tetangga. Tak lama kemudian ada petugas Satpol PP yang datang. Selang beberapa menit datang mobil PMK Gama dan Pemkot,’’ Kata Tarjo.

Belum bisa diketahui, apa penyebab kebakaran ditoko warna-warni itu. Pihak aparat kepolisian Polres Mojokerto Kota juga belum bisa memberikan keterangan terkait hal itu.


Kapolres Mojokerto AKBP.Sigit Dany ketika dikonfirmasi dilokasi kejadian kepada DETAK INSPIRATIF mengaku belum bisa memberikan pernyataan.

“Masak situasi seperti ini saya memberikan pernyataan, kan ga enak,” Kata Kapolres itu.

Disela-sela pemadaman si jago merah yang membakar toko warna-warni, tampak kesibukan para petugas PMK yang dibantu oleh relawan serta aparat Kepolisian serta TNI untuk menghalau si jago merah itu agar tidak mengamuk meluas ke area lainnya.

Kasat Sabhara Polres Mojokerto tampak dilantai dua meminta bantuan tenaga serta air untuk pembasahan.

Uniknya setiap ada kebakaran atau peristiwa lainnya, warga masyarakat datang berbondong-bondong hanya melihat serta membuat repot petugas.

Salah satu kesulitan dari para petugas PMK dan aparat keamanan, setiap kali ada kebakaran yakni berkerumunnya massa hanya melihat. Dan manakala mereka di himbau untuk menjauh. Mereka tidak mempunyai rasa empathi dan belas kasihan.


Mereka justru merekam kejadian itu untuk disebar luaskan di media social tanpa rasa tanggungjawab.

Kembali ke peristiwa kebakaran yang menimpa toko warna –warni dijalan Majapahit Kota Mojokerto Jawa Timur.

Kalau melihat kondisi pertokoan di Jalan Majapahit yang padat, harusnya pihak Pemkot Mojokerto menyediakan pipa hydrant PMK. Sehingga ketika terjadi kebakaran besar petugas PMK tidak kesulitan mengambil air pemadam.

Dalam peristiwa kebakaran yang menimpa toko warna-warni kemarin, tidak ada korban jiwa. Pemilik toko sudah meliburkan para karyawannya.

Hanya kerugian materi saja, yang ditaksir mencapai Milyaran rupiah. ( MJ-1 )  







KEBAKARAN DI SAAT RAMADHAN AKAN PERGI, PASAR SEGALAHERANG NASIBMU


SUBANG - Api yang membakar Pasar Sagalaherang Subang sudah berhasil dipadamkan, Rabu 13 Juni 2018. Hasil pendataan sementara oleh petugas pemadam kebakaran mencatat, sebanyak 7 toko dan 6 lapak di pasar itu ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasar Sagalaherang secara administratif berada di Kampung Suniaraja RT 06 RW 03, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Subang, Hidayat, melalui Kasi Dalops Damkar, Wawan, memberikan keterangan kepada "PR", Rabu 13 Juni 2018 tengah malam.

Ia mengatakan, kebakaran terjadi Rabu 13 Juni 2018, pukul 20.05 WIB. Sekitar satu jam, api sudah bisa dipadamkan.

"Pukul 20.25 Wib 3 unit Damkar Kab. Subang dan 1 Unit Damkar Kab. Purwakarta datang ke tempat kejadian dan mulai memadamkan api. Pukul 20.58 Wib api sudah bisa dipadamkan. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut karena toko dalam keadaan kosong. Namun, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta," ujar Wawan.

Untuk memadamkan kebakaran di Pasar Sagalaherang itu, petugas menurunkan 3 unit armada damkar dari Mako Subang, 1 unit armada Pos Jalancagak dengan 4 regu anggota damkar.


Data kebakaran

Hasil pendataan sementara, toko dan lapak Pedagang yang terbakar yaitu tujuh toko, yaitu:
1. Toko kelontongan milik Muksin
2. Toko bangunan milik Utang
3. Toko plastik milik Barnas
4. Toko sembako milik Ipin
5. Toko daging milik Ace
6. Toko daging milik Ende
7. Toko sembako milik Didin.
Sementara itu, lapak yang terbakar ada enam, yaitu:
1. Lapak kelontong milik Endi
2. Lapak penjual sandal milik Anda
3. Lapak sayuran milik Abah
4. Lapak penjual sepatu milik Gilang
5. Lapak kerudung milik Ayi
6. Lapak kerudung milik Eva.
Sementara Kapolsek Sagalaherang Ajun Komisaris Polisi ( AKP ) Darmono memberikan keterangan saat dihubungi Rabu tengah malam.
Ia mengatakan, kebakaran yang menimpa Pasar Sagalaherang sudah bisa dipadamkan. Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan. Kerusakan akibat kebakaran juga masih proses inventarisasi.
"Yang pasti, tak ada korban jiwa. Api sudah padam ditangani petugas pemadam kebakaran Subang," katanya. ( * )



DETAK VIDEOS
OLAHRAGA
DETAKINSPIRATIF
KRIMINAL
Superbigmatch
BUDAYA
Superbigmatch
SENI
Superbigmatch
SEJARAH
Superbigmatch

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD