PEMAIN TAMBUN DI PIALA DUNIA 2018


Roman Torres pemain asal Panama menjadi pemain terberat di Piala Dunia 2018. Dirilis di website resmi FIFA, Roman memiliki berat badan 99 kilogram dengan tinggi 188 sentimeter. Ia pun memiliki indeks massa tubuh 28,01 kg/m2 yang termasuk kategori overweight. Foto: Carlos Lemos/Reuters

PEMKOT MOJOKERTO KERJASAMA DENGAN LAN


INOVASI PUBLIK demi kesejahteraan rakyat. Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus dengan Wakil Walikota Suyitno selalu berupaya untuk menggali inovasi demi kesejahteraan rakyatnya. Seperti diketahui, Kota Mojokerto tidak mempunyai sumber daya alam ( SDA ).

Agar masyarakat Kota Mojokerto bisa sejahtera Walikota dan Wakil Walikota meningkatkan sumberdaya manusia ( SDM ) warga Kota Mojokerto. Pendidikan warga Kota Mojokerto minimal SMA Sederajat atau ditingkatkan hingga S1, dan semua pendidikan warga Kota Mojokerto ditopang oleh Pemkot Mojokerto.

Agar SDM warga Kota Mojokerto bisa sejahtera, Pemkot Mojokerto bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) untuk membentuk Laboratorium Inovasi Pelayanan Publik. Yang mana, kerja-sama tersebut ditandai dengan penanda-tanganan komitmen Kepala Perangkat Daerah tentang Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018.

Sebelum inovasi digali dengan baik, Pemkot Mojokerto juga ingin meningkatkan SDM dari para OPD setempat. Agar jangan sampai timpang, manakala ingin masyarakat Kota Mojokerto Sejahtera. SDM para OPD juga harus ditingkatkan untuk menambah inovasi dalam mensejehterakan masyarakat.

Kepala Bakesbang Mojokerto Anang Fatuhroji dengan Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus membuat terobosan One Agency One Innovation, yang disaksikan Plt. Sekda Kota Mojokerto. Serta seluruh Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Mojokerto. 

Untuk menunjang SDM perangkat daerah. Untuk itu Pemkot Mojokerto bekerjasama dengan Lembaga Administrasi Negara ( LAN). Kepala Pusat Inovasi Administrasi Negara LAN, Andi Taufik menerangkan, bahwa kerja-sama pembentukan Laboratorium Inovasi Pelayanan Publik yang digagas institusinya itu bertujuan mendorong One Agency One Innovation, dan dalam rangka mewujudkan Nawa Cita serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. 

"Program One Agency One  Innovation merupakan gagasan/ide kreatif yang orisinil maupun adaptasi/modifikasi  untuk pelayanan publik yang memberikan manfaat baik secara langsung maupun tidak langsung bagi masyarakat Kota Mojokerto", terang Andi Taufik. 

Program inovasi sebelumnya program prioritas bidang. Sekarang telah menjadi program prioritas nasional oleh Bappenas. Sementara Kota Mojokerto sudah cukup terkenal dan banyak program inovasi serta kreatifitas yang sudah dihasilkan.

 "Diharapkan pada program kegiatan ini seluruh OPD bisa menghasilkan inovasi-inovasi baru yang tujuannya meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat", jelasnya.

Andi Taufik mengatakan, inovasi adalah sesuatu yang dinamis dan berkembang bahkan masyarakat yang dilayani juga ikut berkembang. 

“Saluran informasi dari masyarakat juga semakin terbuka, karena itu cara melayani kita tentu harus mejadi lebih baik dan diperbarui dengan menciptakan inovasi-inovasi di dalam pelayanan public",jelas Andi.

Innovation Readiness Level (tingkat kesiapan inovasi daerah) yang utama adalah strong commitmen dari pucuk pimpinan dan Kepala Perangkat Daerah. "Membuat perubahan sama dengan menegakkan benang basah, harus dipegang dari atas, bukan dari bawah. Artinya  bahwa inovasi harus dimulai dari unsur pimpinan. Pimpinan adalah roll model dalam berinovasi.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus ketika itu berharap, akan pentingnya pelayanan publik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kerjasama Pemkot Mojokerto dan LAN akan mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Mojokerto.

Mas'ud Yunus memaparkan, keberhasilan dan permasalahan yang dihadapi Kota Mojokerto. “Kota Mojokerto tidak banyak memiliki Sumber Daya Alam, yang ada hanya SDM, oleh karena itu fokus pembangunan kota Mojokerto diarahkan pada peningkatan kualitas SDM, dengan visi untuk mewujudkan Kota Mojokerto sebagai Service City (kota pelayanan) yang maju, sehat, cerdas, sejahtera dan bermoral", paparnya.

Kota Mojokerto adalah kota kecil, kota penyangga pertumbuhan perekonomian ibukota Propensi Jawa Timur. " Pendeknya jarak antara Mojokerto dan Surabaya, membuat luberan pertumbuhan ekonomi Surabaya ke Kota Mojokerto begitu pesat. 

Kalau tidak mampu mengantisipasi perkembangan ekonomi tersebut, Kota Mojokerto  akan menjadi Kota mati. Oleh karenanya, agar produk jasa dan layanan masuk Kota Mojokerto, kita harus siapkan SDM nya. Sehingga Kota Mojokerto  akan ramai dan meningkatkan peredaran uang sekaligus meningkatkan ekonomi  masyarakat Kota Mojokerto", ujar Mas’ud Yunus.  (wib)



PEMKOT MOJOKERTO JAMIN KESEHATAN WARGANYA


KESEHATAN ITU PENTING. Walikota Mas’ud Yunus dan Wakil Walikota Suyitno tidak ingin warga Kota Mojokerto kesehatannya tidak terjaga dengan baik. Agar kesehatan warga Kota Mojokerto tetap terjaga, Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto mendaftarkan warganya ke BPJS Kesehatan. 

Program universal healt coverage (UHC) dengan anggaran APBD harus tepat sasaran. Setiap bulan Pemkot Mojokerto harus mengeluarkan anggaran senilai Rp 1,3 Miliar  untuk BPJS Kesehatan warga Kota Mojokerto sebanyak 57.365 orang warga yang tergolong ekonomi kurang mampu maupun yang mampu.

Humas BPJS Kesehatan Mojokerto Budi Setiawati mengatakan, saat ini terdapat 57.365 jiwa penduduk Kota Mojokerto yang iuran bulanannya ditanggung pemerintah setempat.
"Nilai iurannya Rp 23 ribu per jiwa per bulan," kata Setiawati.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Christiana Indah Wahyu mengatakan, bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi 57.365 jiwa warga Kota Mojokerto menjadi bagian dari upaya untuk mencapai program UHC. Untuk mencapai program ini, setidaknya 90% dari jumlah penduduk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Saat ini 98,8% dari 144.913 penduduk Kota Mojokerto terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Jumlah itu termasuk penerima bantuan iuran dari pemerintah pusat atau pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan peserta BPJS Kesehatan mandiri.

"Mulai Desember 2017 iuran BPJS Kesehatan 57.365 jiwa dibayar Pemkot Mojokerto sepenuhnya, Rp 23 ribu per jiwa per bulan," Kata ia.

Sebelum program UHC dijalankan, pihaknya menerapkan program Total Coverage. Untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis, warga Kota Mojokerto cukup membawa KTP dan kartu keluarga (KK).

"Karena aturan terbaru mengharuskan warga menjadi peserta BPJS, maka kami alihkan ke BPJS Kesehatan," ujarnya.

Untuk membayar iuran BPJS Kesehatan bagi 57.365 warganya, Pemkot Mojokerto harus menggelontorkan dana Rp 1.319.395.000/bulan. Praktis dalam setahun, pemerintah harus menyiapkan anggaran Rp 15.832.740.000,-

Dari 57.365 jiwa warga Kota Mojokerto yang ditanggung pemerintah, mereka bukan saja dari golongan ekonomi pra sejahtera saja, mereka yang mampu juga dibantu.

Berdasar data tabulasi di Dinas Sosial Jumlah penduduk pra sejahtera saat ini 23.109 jiwa. Mereka masuk dalam kategori sangat miskin, miskin, hampir miskin dan rentan miskin.

Jumlah penduduk pra sejahtera turun jika dibandingkan tahun 2017 di angka 23.459 jiwa. Namun dalam hal jaminan kesehatan, seluruh penduduk miskin tersebut mendapatkan bantuan iuran dari pemerintah pusat atau sudah memegang KIS.

Program UHC digunakan untuk warga Kota Mojokerto dan sudah menjadi kebijakan Wali Kota Mas'ud Yunus. Wali Kota ingin akses pelayanan dan pembiayaan kesehatan supaya tak lagi menjadi beban masyarakat," terangnya. ( Wib )



DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS