PRESIDEN JOKO WIDODO AJAK NEGARA PESERTA KTT LEBIH SOLID DALAM BEKERJA SAMA

Baca Juga

Presiden Joko Widodo mengadakan mengadakan petemuan bilateral dengan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, kemarin. Kepada PM Shinzo Abe, Presiden Joko Widodo menjelaskarn tentang prioritas utama pembangunan Indonesia lima tahun ke depan yaitu pembangunan sumber daya manusia, keberlanjutan pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, dan reformasi kelembagaan.

Indonesia dengan Jepang, sudah memiliki banyak kerja sama di bidang infrastruktur seperti proyek MRT Jakarta, Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, dan Pelabuhan Patimban. Presiden Joko Widodo berharap adanya kerja sama untuk pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Natuna, termasuk di beberapa pulau terluar lainnya.

Presiden Joko Widodo, berkeinginan mendorong peningkatan penggunaan konten lokal dan juga alih teknologi dalam kerja sama infrastruktur. Mengenai kerjasama pembangunan sumber daya manusia, Presiden Indonesia mengundang Jepang untuk meningkatkan kerjasama di bidang vokasi dan internship termasuk melalui program kewirausahaan berbasis teknologi, ekonomi kreatif, dan digital.

Presiden Joko Widodo di KTT ke-22 ASEAN Plus Three (APT) Bangkok mengajak hubungan kerja sama dengan tiga negara Asia Timur, yakni Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.

Di hadapan para pemimpin negara-negara ASEAN, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, dan Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa lebih dari dua dekade, ASEAN Plus Three ini telah tumbuh menjadi sebuah mekanisme solid di kawasan. 

Terutama, dalam menghadapi berbagai tantangan, dari penguatan cadangan devisa, ketahanan pangan, respons tanggap darurat bencana hingga deteksi awal krisis ekonomi.

Singkat kata, APT adalah jangkar stabilitas, keamanan dan kesejahteraan di kawasan, bahkan ketika tantangan yang kita hadapi di depan semakin besar seperti rivalitas geopolitik dan geoekonomi.

Saat ini, ancaman resesi ekonomi menghantui negara dikawasan yang diperparah dengan meningkatnya proteksionisme dan ketidakpastian penyelesaian perang dagang. Untuk menyikapi dinamika tersebut, penting bagi kita memperkuat saling percaya (strategic trust) dan soliditas. Jika soliditas APT rapuh maka stabilitas keamanan, perdamaian dan kemakmuran kawasan menjadi taruhan.

Presiden Joko Widodo juga membahas masalah limbah yang dikirim ke sejumlah negara ASEAN, limbah bahan berbahaya dan beracun dari beberapa negara.

Karena itulah, pada KTT ke-14 Asia Timur di Bangkok hari ini, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa, kita semua tidak ingin kawasan Asia Tenggara, menjadi tempat pembuangan limbah bahan berbahaya dan beracun.

Hal ini melanggar aturan internasional, mengenai limbah plastik dan limbah beracun berbahaya. Indonesia mengharapkan kerja sama dengan negara di dunia, termasuk negara di kawasan Asia Timur untuk pencegahan pengiriman ilegal limbah B3 sesuai kesepakatan internasional.

Selain limbah B3, kawasan Asia Timur juga menghadapi tantangan sampah plastik laut yang jika tidak diatasi segera akan merusak ekosistem laut dikawasan Indo-Pasifik.(*/WIB)


DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD