PKL ENGGAN DIRELOKASI, WALIKOTA BERSIKUKUH

Baca Juga

Pedagang PKL Benteng Pancasila, Mencari Barang Berharga Yang Tersisa Dari Kebakaran Jum'at Malam 22/9




detakinspiratif.com – Pedagang Kaki Lima (PKL) di Benteng Pancasila Kota Mojokerto Jawa Timur yang kiosnya habis terbakar menolak, relokasi di lapangan Kedungsari Kelurahan Gunung Gedangan Kecamatan Magersari Kota Mojokerto Jawa Timur. Dengan dalih sepi, hal itu diungkapkan oleh Fredi salah seorang pedagang minuman yang kiosnya ikut terbakar.



“Kami menolak relokasi dilapangan Kedungsari, disana sepi. Itu artinya kita babat alas kembali. Kita sudah habis-habisan. Ya, kita maunya berjualan di tepi jalan ini saja,”tutur Fredi mantan Ketua Paguyuban PKL Aloon-aloon Kota Mojokerto Jawa Timur.

Fredi PKL Benpas Kota Mojokerto


Dari pantauan dilapangan, para pedagang yang kiosnya terbakar mengais barang-barangnya yang masih bisa digunakan. Atau mencari perhiasannya yang tertinggal di kios.



Sementara Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus, bersikukuh akan merelokasi pedagang ke lapangan Kedungsari. Pemkot berupaya untuk melakukan rehab pada tahun 2018 dengan menggunakan anggaran tak terduga sebesar Rp.500 juta.



“Akan kita relokasi dulu ke lapangan Kedungsari, kemudian akan kita rehab tahun depan,’’ungkap Mas’ud Yunus.



Dari keterangan beberapa pedagang yang kiosnya terbakar, mereka belum mengetahui penyebab kebakaran yang menimpa kios mereka. Sementara tim Forensik dari Polda Jawa Timur sudah melakukan penyelidikan ke TKP kebakaran kios PKL Benteng Pancasila Kota Mojokerto.



Sedang kepala dinas Badan Perencana dan Pembangunan Kota Mojokerto ( BAPPEKO) Jawa Timur Harlistyowati menjelaskan, kalau pemkot Mojokerto akan mencarikan Corporate Sosial Responsibility ( CSR) swasta, BUMD maupun BUMN. Untuk membantu PKL Benteng Pancasila yang kiosnya terbakar, selain bantuan dari Pemkot Mojokerto.(Mj-1)

 
Mereka Hanya Bisa Berharap Uluran Tangan Pemkot Mojokerto
Segera Rehab Dan Berikan Kredit Lunak


DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD