DUKUNGAN PBNU UNTUK KPK

Baca Juga


Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU),
 KH Said Aqil Siraj 
detakinspiratif.com -  Sejumlah kasus korupsi berhasil diungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Di Kota Mojokerto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditangkap tim KPK bersama tiga pimpinan Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Mojokerto.


Wiwied Febriyanto ditangkap dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait penggalian anggaran proyek pembangunan Politeknik Elektronik Negeri Surabaya (PENS). Ketua Umum Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siraj menegaskan, jika NU akan berada di belakang KPK.


"NU di belakang KPK, selama bangsa ini masih belum bersih dari koruptor. Masih belum bebas dari praktek korupsi, KKN dan sebagainya maka KPK masih dibutuhkan," ungkapnya, usai peresmian Lembaga Pendidikan Asy-Syarif di Perum Kharisma, Desa Brangkal, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jum'at (14/7/2017).


Said Aqil menegaskan, jika NU berada di belakang KPK. Menurutnya, jika bangsa Indonesia sudah bersih dan tidak ada koruptor maka KPK boleh dibubarkan. Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Wakil Gubenur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Halim Iskandar.




Pendiri Lembaga Pendidikan Asy-Syarif tersebut yakni anggota DPR RI, Ida Fauziah. Lembaga pendidikan tersebut terdiri dari jenjang pendidikan yakni mulai dari Kelompok Bermain (KB), Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD). ( Mj – 1 ) 
DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD