BAYI BELUM LAHIR SUDAH PUNYA HUTANG

Baca Juga

detakinspiratif.com - Utang pemerintah RI hingga saat ini terus bertambah. Per akhir Mei 2017, total utang pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 3.672,33 triliun. Dalam sebulan, utang ini naik Rp 4,92 triliun dibandingkan jumlah di April 2017 yang sebesar Rp 3.667,41 triliun.

Tak hanya itu, dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) Tahun Anggaran 2017 tercatat pemerintah akan menambah utang sebesar Rp 433,0 triliun hingga Rp 467,3 triliun. Jumlah tersebut tentunya naik dari target yang sebelumnya ditentukan.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati, utang pemerintah tersebut perlu dimanfaatkan untuk sektor produktif agar tidak membebani generasi mendatang.

"Menambah utang tapi nggak produktif pasti nanti menambah beban anak kita cucu kita keluarga kita. Nah pemerintah juga gitu. Jadi harus ada efektivitas dari utang itu dulu. Utang itu menambah produktivitas tidak, supaya ada garansi utang menambah efektivitas berarti utang itu dipergunakan untuk apa," kata Enny di kantornya, Jakarta, Senin (10/7/2017).

Enny mengatakan, pemerintah juga perlu memperhatikan kondisi defisit keseimbangan primer atau gali lubang tutup lubang. Dirinya menilai pemerintah tidak harus melakan penambahan utang demi menutup beban utang.

"Defisit keseimbangan primer kita membengkak, kalau defisit keseimbangan primer kita membengkak berarti utang itu lebih banyak menambah beban dari pada menambah penghasilan negara. Karena kan defisit itu besarnya penerimaan dengan pengeluaran yang dilakukan pemerintah. Ketika utang ditambah harus menambah produktivitas. Indikatornya apa? Penerimaan negara meningkat. Ini utang, peningkatan penerimaan lebih kecil daripada pengeluaran yang harus dibayar pemerintah," terangnya.

Walau demikian, Enny mengatakan, langkah pemerintah dalam melakukan pembangunan dari wilayah pinggiran sudah cukup tepat. Sebab, langkah tersebut akan berdampak pada membaiknya ekonomi daerah sehingga membuat defisit keseimbangan primer membaik.

"Artinya kalau dengan utang tidak menyebabkan produktivitas menurun. Terus menggerakkan ekonomi yang dari daerah dengan misalnya efektivitas dari dana desa, dana transfer yang ditetapkan dan sebagainya," tukas Enny. ( Shd)

DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD