Waspada Bencana

Baca Juga



  Mitigasi Deteksi Banjir Bandang di Wana Wisata Air Panas
 Petugas mengecek longsoran di Jalan MKP sebagai akses menuju Banyu Pana



   
UNCLEOWOB.COM - Kemarin (6/12), sedikitnya 30 personel gabungan melakukan mitigasi di tiga lokasi berbeda, termasuk dalam area Wanawisata Padusan Air Panas dan di jalur MKP. Selain mengantisipasi longsor susulan, mitigasi dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin titik rawan longsor dan potensi banjir bandang.

’’Jangan sampai terjadi lagi seperti beberapa tahun lalu. Minimal kita bisa tahu dulu,’’ ungkap Asisten Perhutani, Indra Agustina. Ada tiga titik menjadi fokus mitigasi di area KKPH wilayah Pacet.

Mulai dari penyisiran sungai, aliran Air Terjun Krenjengan, serta jalur MKP yang beberapa kali ambrol akibat tergerus hujan. ’’Yang ada potensi dan rawan sementara ini di jalur MKP,’’ tambahnya.

Pasalnya, selain kondisi jalan curam, ketinggian dan kemiringan tebing tanpa dibangun bangunan penyangga tebing menjadi salah satu faktor. ’’Tapi, masih jauh dari lokasi wisata. Kami juga sudah kooordinasikan dengan Dinas PU agar longsoran tidak melebar,’’ katanya.

Indra menambahkan, pihaknya tidak mau bencana banjir banding tahun 2002 lalu terulang di area KPH Wanawisata Padusan Air Panas. ’’Mana saja yang menjadi titik rawan. Kalau sudah tahu kan lebih mudah antispasinya,’’ tegasnya.

Untuk itu, dia berharap wisatawan harus lebih waspada. Selain bencana longsor dan banjir bandang bisa terjadi kapan saja, kawasan lereng Gunug Welirang masuk dalam pemetaan rawan longsor. ’’Tapi semoga saja tidak terjadi,’’ katanya.

Selain itu, menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2017 dipastikan banyak wisatawan berdatangan dari berbagai daerah. ’’Tapi, kalaupun toh nanti terjadi cuaca ekstrem akan kami lakukan sistem buka tutup,’’ pungkasnya.


Longsor, 500 KK Sempat Terisolir

  Anggota TNI mendatangi lokasi longsor di Desa Rejosari, Jatirejo




UNCLEOWOB.COM - Ancaman longsor hingga kini terus membayangi wilayah Kabupaten Mojokerto. Bahkan, hujan deras dalam waktu lama disertai angin kencang diperkirakan terjadi hingga tahun depan.

Terbaru, kemarin dini hari (6/12), sedikitnya ada lima titik longsor di wilayah selatan Mojokerto, tepatnya di lereng Gunung Anjasmoro, Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo.

Akibatnya, warga yang tinggal di desa setempat sempat terisolir. Akses jalan satu-satunya penghubung dengan desa lain terputus akibat tumpukan material longsor.

Tidak ada korban jiwa. Hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga, TNI/Polri dan Perhutani sempat kesulitan mengevakuasi material longsor. Selain didominasi tanah berlumpur, akar besar dari pohon yang tumbang turut menutup badan jalan.

’’Sehari ada lima titik kejadian longsor. Semunya sudah teratasi. Hanya tinggal satu titik akar besar saja yang ada di tengah jalan,’’ ungkap Tanto Suhariyadi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto.

Menurutnya, longsor ini terjadi pada dini hari. Setelah tebing setinggi 15 meter tidak bisa menahan derasnya hujan mulai Senin siang (5/12) hingga malam. ’’Tanah dan jalan baru. Sementara kemiringannya juga kurang. Akhirnya, mudah saja tergerus air yang masuk,’’ tambahnya.

Akibatnya, sedikitnya 500 kartu keluarga (KK) sempat terisolir. Sebab jalan yang tertimbun longsor tersebut menjadi akses satu-satunya bagi warga Desa Rejosari, Kecamatan Jatirejo untuk beraktivitas.
’’Sekarang sepeda motor sudah bisa melintas setelah kami datangkan alat berat. Kalau hanya menggunakan alat manual saja tidak mampu. Sebab longsoran kali ini cukup tinggi,’’ katanya. Kendati demikian, Tanto mengimbau ratusan warga dan pengguna jalan harus tetap waspada.
Selain wilayah tersebut masih berpotensi terjadi longsor susulan, material longsor di beberapa titik belum dilakukan pembersihan. ’’Sifat tanah di wilayah ini termasuk gerak, dan masuk pemetaan dalam BPBD,’’ terangnya.

Sesuai surat yang diterima BPBD dari  Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), itensitas hujan di wilayah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Mojokerto terjadi hingga Februari 2017. Hujan deras dalam waktu lama disertai angin kencang juga masih berpotensi.

DETAK VIDEOS
SPORT VIDEOS

 
PT. DETAK INSPIRATIF INDONESIA ( DE INS SIA )
SIBERLI WWD